FinCal

Kalkulator PPh 21

Hitung pajak penghasilan Pasal 21 karyawan dengan metode TER sesuai PMK 168/2023. Mendukung semua status PTKP.

Data Masukan

Rp

Gaji pokok per bulan sebelum potongan

Rp

Tunjangan makan, transport, jabatan, dll.

Rp

Total bonus dan THR dalam 1 tahun

Rp

Iuran JHT yang ditanggung karyawan (2% dari gaji)

Memahami Perhitungan PPh 21 Terbaru di Indonesia

Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) adalah pajak yang dipotong dari penghasilan karyawan, termasuk gaji, tunjangan, bonus, dan THR. Sejak Januari 2024, pemerintah menerapkan metode baru bernama Tarif Efektif Rata-rata (TER) melalui PMK No. 168 Tahun 2023 yang menyederhanakan proses pemotongan pajak bulanan.

Perubahan Utama dengan Metode TER

Sebelum adanya TER, perusahaan harus melakukan perhitungan pajak bulanan yang cukup rumit menggunakan tarif progresif. Dengan TER, pemotongan pajak di bulan Januari–November menjadi jauh lebih sederhana: cukup kalikan penghasilan bruto bulan tersebut dengan tarif TER yang sudah ditentukan berdasarkan kategori PTKP dan besaran penghasilan.

Di bulan Desember, perusahaan tetap menghitung pajak tahunan dengan metode progresif biasa, lalu menguranginya dengan total pajak yang sudah dipotong selama Januari–November. Hasilnya, total pajak setahun tetap sama — hanya metode pemotongan bulanannya yang lebih sederhana.

Langkah Perhitungan PPh 21 Tahunan

Kalkulator ini menghitung PPh 21 secara tahunan dengan langkah berikut:

  • Hitung penghasilan bruto tahunan (gaji × 12 + tunjangan × 12 + bonus).
  • Kurangi biaya jabatan (5% dari bruto, maks Rp 6 juta/tahun).
  • Kurangi iuran BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung karyawan.
  • Hasilnya adalah penghasilan neto tahunan.
  • Kurangi PTKP sesuai status pernikahan dan jumlah tanggungan.
  • Hasilnya adalah PKP (Penghasilan Kena Pajak).
  • Terapkan tarif progresif UU HPP pada PKP.
  • Bagi PPh 21 tahunan dengan 12 untuk mendapat estimasi pemotongan bulanan.

Tarif Progresif PPh 21 (UU HPP)

Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) menetapkan lima lapisan tarif progresif: 5% untuk penghasilan kena pajak sampai Rp 60 juta, 15% untuk Rp 60–250 juta, 25% untuk Rp 250–500 juta, 30% untuk Rp 500 juta–5 miliar, dan 35% di atas Rp 5 miliar per tahun.

Kategori PTKP

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) menentukan batas penghasilan bebas pajak. Untuk wajib pajak lajang tanpa tanggungan (TK/0), PTKP adalah Rp 54 juta per tahun. Setiap tanggungan menambah Rp 4,5 juta (maksimal 3 tanggungan), dan status menikah menambah Rp 4,5 juta. Artinya, seorang karyawan dengan status K/3 memiliki PTKP Rp 72 juta per tahun.

Tips Mengoptimalkan Pajak Secara Legal

Ada beberapa cara legal untuk mengoptimalkan beban PPh 21. Pertama, pastikan semua pengurang (biaya jabatan, iuran BPJS, iuran pensiun) sudah diperhitungkan dengan benar. Kedua, manfaatkan fasilitas zakat sebagai pengurang penghasilan bruto jika dibayarkan melalui lembaga resmi. Ketiga, pahami perbedaan antara tunjangan yang dikenai pajak dan yang tidak.

Gunakan kalkulator PPh 21 ini untuk mengetahui estimasi pajak yang harus Anda bayar setiap bulan dan membuat perencanaan keuangan yang lebih baik.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa itu metode TER pada PPh 21?

TER (Tarif Efektif Rata-rata) adalah metode pemotongan PPh 21 bulanan sesuai PMK 168/2023. Pada bulan Januari–November, pajak dihitung dengan rumus sederhana: PPh 21 = TER × Penghasilan Bruto. Di bulan Desember, dilakukan penyesuaian dengan perhitungan tahunan menggunakan tarif progresif sehingga total pajak setahun tetap sama.

Berapa tarif progresif PPh 21 terbaru?

Sesuai UU HPP, tarif progresif PPh 21 adalah: 5% untuk PKP sampai Rp 60 juta, 15% untuk Rp 60–250 juta, 25% untuk Rp 250–500 juta, 30% untuk Rp 500 juta–5 miliar, dan 35% untuk PKP di atas Rp 5 miliar.

Apa itu PTKP dan berapa besarannya?

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah batas penghasilan yang tidak dikenai pajak. Besarannya: TK/0 = Rp 54 juta/tahun, tambahan Rp 4,5 juta per tanggungan (maks 3), dan tambahan Rp 4,5 juta jika menikah (status K).

Apakah bonus dan THR dipotong PPh 21?

Ya, bonus dan THR dikenakan PPh 21. Dalam metode TER, di bulan saat bonus/THR dibayarkan, tarif TER dikalikan total bruto bulan tersebut (gaji + bonus). Dalam perhitungan tahunan, bonus digabungkan ke total penghasilan bruto setahun.

Apa itu biaya jabatan dalam perhitungan PPh 21?

Biaya jabatan adalah pengurang penghasilan bruto untuk pegawai tetap, sebesar 5% dari penghasilan bruto dengan batas maksimal Rp 500.000 per bulan atau Rp 6.000.000 per tahun. Pengurang ini berlaku otomatis tanpa perlu bukti pengeluaran.

Metode Perhitungan & Sumber Referensi

Dasar Hukum & Regulasi

Hasil kalkulator bersifat estimasi. Konsultasikan dengan bank atau penasihat keuangan untuk keputusan finansial yang tepat.